INSPIRASIKU

Nama   : Herry Adriansyah, S.I.Pust
       Profil   : Lahir di Pemangkat Kabupaten Sambas
       Tanggal 29 Nopember 1981 anak ke dua dari enam bersaudara
      Pendidikan terakhir Strata 1 Ilmu Perpustakaan Universitas Terbuka pada tahun 2016.
       Bekerja : Perpustakaan Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Pontianak

Perpustakaan merupakan suatu tempat yang digunakan untuk mencari, menyediakan, memperoleh, dan mendapatkan informasi-informasi yang kemudian di olah menjadi suatu pengetahuan. Melalui penyediaan bahan pustaka untuk masyarakat baik dalam media cetak maupun terekam yang bersifat edukatif. Perpustakaan berusaha meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta memperluas wawasan dan informasi untuk keperluan pendidikan, pekerjaan, penelitian, dan sebagai wahana dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta memperluas wawasan para pengguna (user) tidak terlepas dari peran perpustakaan dan pustakawan dalam memberikan pelayanan. Dalam rangka menciptakan kegiatan layanan perpustakaan yang baik diperlukan untuk unsur-unsur penunjang yang mendukung kelancaran kegiatan layanan di perpustakaan, antara lain pemustaka (pengguna), koleksi, pustakawan, dana, sarana dan prasarana. 

Namanya Herry Adriansyah, sangat menginspirasiku dalam lebih mengenal dan mencintai perpustakaan. Beliau memutuskan untuk beralih ke keilmuan perpustakaan Untuk mengabdikan diri kepada bangsa Indonesia pada umumnya dan warga masyarakat Kalimantan Barat pada khususnya dengan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan budaya literasi, karena pembelajaran sepanjang hayat. Ini yang membuat saya sangat mengagumi beliau.

Beliau berharap kedepan agar perpustakaan (Kalimantan Barat) dapat bersaing dengan perpustakaan luar negeri pada umumnya dan perpustakaan pulau jawa pada khususnya dengan menciptakan perpustakaan ruang lingkup literasi yang mencakup kesemua kalangan khususnya kalangan masyarakat yang kurang mampu akses literasi informasi.

Saat pustakawan mendapatkan respon buruk, beliau menyatakan bahwa pustakawan atau bahkan staf perpustakaan harus merespon baik dengan lapang dada mengakui kelemahan yang dimiliki oleh pustakawan atau staff perpustakaan mungkin dikarenakan oleh kurangnya skill dalam kepustakawanan dan bisa berbenah diri kearah kebaikan demi kemajuan dunia kepustakawanan dan khususnya diri pribadi agar bisa berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. Alasan beliau tertarik dengan keilmuan perpustakaan: Dikarenakan di dunia perpustakaan saya bisa mendapatkan segala macam jenis keilmuan .

Tokoh perpustakaan yang menginspirasi Herry Adriansyah adalah Bapak Sahroni, bekerja di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Barat yang sekarang menjadi Ketua IPI Kalimantan Barat.

Pandangan tentang perpustakaan saat ini, apakah sudah berjalan dengan visi, misi, tujuan, peran serta fungsinya: Pandangan saya terhadap perpustakaan saat ini belum berjalan sesuai dengan visi, misi, tujuan, peran serta fungsinya apalagi dunia kepustakawanan di Kalimantan Barat ini, bahkan ada perpustakaan yang memiliki luas ruangan hanya sebesar 10x20 M, dengan luas ruangan sekecil itu dipergunakan untuk gudang penyimpanan segala jenis perlengkapan kantor dan memiliki pengelola perpustakaan yang bukan dari bidang ilmu perpustakaan diambil dari tenaga pengajar. Bagaimana mau maju sebuah perpustakaan jika seperti itu bagaimana caranya membuat minat pemustaka untuk datang mengunjungi perpustakaan jikalau perpustakaan hanya memiliki ruang yang terbatas tidak dilengkapi dengan ruang yang nyaman agar pemustaka betah berkunjung keperpustakaan untuk mendapatkan informasi terbaru yang tersimpan dalam koleksi perpustakaan.

Tanggapan terhadap perspektif orang menilai perpustakaan sebelah mata dan bekerja diperpustakaan adalah pekerjaan yang membosankan: tanggapan saya dengan hal ini yaitu merupakan tanggapan yang salah besar. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan jantungnya perguruan tinggi, jika jantungnya bocor maka sakitlah perguruan tinggi tersebut. Agar perpustakaan tidak dipandang sebelah mata, maka khususnya pustakawan harus mempersiapkan diri untuk memperkuat skill keilmuannya baik dalam dunia perpustakaan bahkah keilmuan lainnya sesuai dengan jenis bidang keilmuannya yang diberikan diperpustakaan seperti contoh di Perpustakaan saya dengan bidang keilmuan kesehatan yaitu kebidanan, maka saya harus bisa mempelajari bidang keilmuan kebidanan agar pemustaka jika ingin menanyakan tentang keilmuan kebidanan saya bisa memberikan literasi informasi mengenai yang diinginkan dan saya membuat semua civitas akademika akan merasa ketergantungan dengan perpustakaan dengan segala macam jenis layanan yang diberikan.

Kata-kata motivasi: Jadilah diri sendiri dengan berbenah diri kearah kemajuan khususnya perpustakaan saat ini yang akan menghadapi masa perpustakaan 4.0. Perpustakaan 4.0 menuntut kita sebagai seorang pustakawan harus bisa bersaing secara sehat agar tidak ditinggalkan oleh zaman, tetaplah belajar memperdalam skill keilmuan bidang kepustakawan demi keeksistensian kita dalam kepustakawanan dimasa mendatang yang serba canggih.

Hasil Wawancara dengan Bapak Herry Adriansyah, S.I,Pust

Komentar